Bandara Internasional Centrair Chubu

Bepergian ke dan dari Bandara Internasional Chubu Centrair

Di halaman ini, Anda akan menemukan informasi yang dibutuhkan untuk memudahkan Anda menyusuri Bandara Internasional Chubu Centrair ke tujuan Anda.

Panduan di Bandara Internasional Chubu Centrair

Peta terminal kedatangan dan keberangkatan serta informasi lain untuk menjelajahi Bandara Internasional Chubu Centrair.

Terminal Kedatangan

Peta kedatangan bandara Nagoya
Imigrasi

Tunjukkan paspor dan kartu Imigrasi Anda.

Bea Cukai

Pelanggan dengan barang yang harus dideklarasikan harus mengumpulkan formulir Deklarasi Bea Cukai.

Terminal Keberangkatan

Peta keberangkatan bandara Nagoya
Informasi Peta Bandara
Check-In

Informasi Kota Nagoya

Nagoya adalah kota yang terletak di bagian barat prefektur Aichi, wilayah Chubu. Kota ini merupakan pusat ekonomi wilayah Chubu dengan populasi 2.320.861 jiwa (per 1 Maret 2022). Nagoya menduduki posisi ke-4 sebagai wilayah metropolitan dengan populasi terbanyak, setelah Tokyo, Osaka, dan Yokohama. Meskipun iklim Nagoya relatif sedang, tingkat kelembapannya di musim panas sering melebihi 70% sehingga akan terasa sangat panas dan lembap. Sebaliknya, musim dingin terasa begitu menusuk akibat angin musiman dingin yang disebut ibuki oroshi. Nagoya, yang terletak di antara Edo (kini disebut Tokyo) dan Kyoto/Osaka, telah berkembang sejak lama sebagai pusat transportasi. Di zaman Edo (1603-1868), kota istana ini mendirikan Istana Nagoya sebagai wujud kekuasaan keluarga Tokugawa, dan dipadati oleh pengrajin yang ingin mengasah keterampilan sekaligus bersaing. Hingga saat ini, Nagoya masih kental dengan semangat turun-temurun para pengrajin, serta terus berkembang sebagai pusat kota industri dalam bidang kendaraan dan kedirgantaraan. Nagoya memiliki berbagai objek wisata bersejarah, dan salah satu yang wajib dikunjungi adalah Istana Nagoya dengan ciri khas Shachihoko emas. Menara istana dan Istana Honmaru hancur akibat serangan udara selama perang di tahun 1945, tetapi menara dibangun kembali pada tahun 1959. Selain itu, banyak penyembah mengunjungi Atsuta Jingu yang memiliki tiga macam harta karun keramat bernama Kusanagi no Tsurugi. Tempat yang disebut juga sebagai Atsuta-san ini telah dicintai oleh penduduk setempat dan seluruh warga Jepang sejak dulu. Selain objek wisata bersejarah, Anda dapat mengunjungi SCMAGLEV dan Railway Park untuk melihat pameran Shinkansen dan Maglev (MAGnetically LEVitated) Superkonduktor. Ada juga banyak fasilitas ramah keluarga, misalnya Port of Nagoya Public Aquarium yang menghadirkan tema "Perjalanan 3,5 miliar tahun", di mana Anda dapat melihat paus pembunuh, lumba-lumba, anjing laut, dll. Saat berkunjung ke Nagoya, Anda wajib mencoba kuliner Nagoya Meshi, seperti miso katsu (miso goreng tepung), miso nikomi udon (udon yang dimasak dalam sup miso), dan hitsumabushi (hidangan belut dengan nasi). Makanan Nagoya telah berevolusi menjadi budaya kuliner unik yang berbeda dari Tokyo dan Osaka. Karakteristik kuliner Nagoya adalah hidangan asli dengan tambahan bahan tertentu, serta rasa yang kuat karena penggunaan hacchomiso. Selain miso katsu, miso nikomi udon, dan hitsumabushi, ada juga berbagai macam hidangan lain, misalnya tenmusu (bola nasi dengan tempura), kishimen (mie pipih), sayap ayam (ayam goreng), roti panggang ogura (roti panggang dengan pasta kacang manis), dan ramen Taiwan (mie ala Taiwan). Semua pilihan lezat ini akan menggoda dan memanjakan lidah Anda! Jangan lewatkan hidangan Nagoya Meshi yang terus berubah.

Bandara Internasional Chubu Centrair (NGO) ke Pusat Kota Nagoya

Kereta

Centrair (Stasiun Bandara Internasional Chubu) ke Stasiun Nagoya

Meitetsu Limited Express "μ-SKY"

Waktu yang Dibutuhkan : Sekitar 30 hingga 40 menit
Tarif : 1.250 yen
Jam : Hari Kerja 07.03 - 22.07, Sabtu, Minggu dan Hari Libur 07.13 - 22.07

Meitetsu Normal/Semi-Express/Express/Limited Express

Waktu yang Dibutuhkan : Sekitar 30 hingga 60 menit
Tarif : 890 yen
Jam : 05.24 - 23.31

Bus

Centrair (Stasiun Bandara Internasional Chubu) ke Pusat Kota Nagoya

Pusat Bus Meitetsu (Centrair Limousine)

Waktu yang Dibutuhkan : Sekitar 85 menit (tergantung lalu lintas)
Tarif : 1.300 yen
Jam : Semua layanan dihentikan sementara karena penyebaran novel coronavirus (COVID-19).

Bus Nagoya (Bus Liner Bandara Tengah Malam/Subuh)

Waktu yang Dibutuhkan : Sekitar 55 menit (tergantung lalu lintas)
Tarif : 1.500 yen
Jam : 07.00, 00.40

Taksi

Centrair (Stasiun Bandara Internasional Chubu) ke Stasiun Nagoya

Taksi Tarif Tetap (Taksi MK)

Waktu yang Dibutuhkan : Sekitar 70 menit
Perkiraan Tarif : 11.500 yen (tidak termasuk biaya jalan tol)
Jam : 24 jam

Perahu Cepat

Beroperasi setiap hari antara Tsu dan Matsusaka di prefektur Mie.
Centrair (Stasiun Bandara Internasional Chubu) ke Tsu (Nagisamachi)
Waktu yang Dibutuhkan : Sekitar 55 menit
Tarif : 2.520 yen
Jam : 09.00 - 16.10 (4 perahu/hari)

Penyewaan Mobil

Dari Pintu Keluar Kedatangan, berjalanlah ke arah Pusat Informasi di Access Plaza.
Jam Kerja : Tergantung pada masing-masing perusahaan sewa mobil, Toyota Rent-A-Car buka pukul 07.30-22.00, Nippon Rent-A-Car dan Nissan Rent-A-Car buka pukul 08.00-22.00.

Petunjuk di Bandara Internasional Chubu Centrair

Periode Sibuk

  • Bandara mungkin sangat ramai selama libur panjang nasional di Jepang seperti periode akhir tahun/Tahun Baru, Golden Week, dan selama Festival Bon.
    • Harap tiba di bandara dengan waktu yang cukup.
  • Jalan terdekat mungkin akan sangat padat dan kapasitas fasilitas parkir mungkin penuh selama periode di atas.
    • Kami sarankan Anda menggunakan transportasi umum. Saat bepergian ke bandara dengan mobil, harap periksa status ketersediaan fasilitas parkir di bandara terkait.
  • Pengingat: Anda dapat melakukan check-in online 24 jam sebelum keberangkatan untuk menghindari check-in di bandara.

Bagasi Jinjing dan Kargo Tanpa Keterangan Pemilik

  • Semua penumpang yang memasuki Jepang wajib menyerahkan Formulir Deklarasi Bea Cukai atas bagasi jinjing dan kargo tanpa keterangan pemilik kepada petugas Bea Cukai.
  • Harap diperhatikan bahwa jika seorang penumpang tidak menyerahkan Formulir Deklarasi Bea Cukai, pemeriksaan Bea Cukai mungkin memerlukan beberapa waktu, dan penumpang tidak boleh membawa barang-barang mereka ke Jepang.
  • Formulir Deklarasi Bea Cukai tersedia untuk dicetak sebelumnya (ukuran A4) dari situs web Bea Cukai Jepang.

Prosedur Imigrasi

Sebagai bagian dari upaya memerangi terorisme, langkah-langkah anti-teror telah dilakukan untuk menggunakan informasi identitas pribadi yang diberikan kepada Imigrasi. Berdasarkan hasil revisi Immigration Control and Refugee Recognition Act, warga negara asing akan diambil sidik jari dan fotonya.

Individu dengan Pengecualian

Warga negara asing berikut ini yang memasuki (atau memasuki kembali) Jepang tidak perlu menyerahkan sidik jari dan foto:

  • Penghuni tetap khusus
  • Anak-anak berusia di bawah 16 tahun
  • Pihak yang ingin melakukan kegiatan yang berlaku dengan status visa “diplomasi” atau “bisnis resmi”
  • Pihak yang diundang oleh kepala badan administrasi nasional
  • Pihak yang ditetapkan dalam Surat Keputusan Menteri Kehakiman sesuai dengan ketentuan 3 atau 4
Alur Prosedur Imigrasi
  • Serahkan paspor dan Embarkation Card For Reentrant (kartu ED) ke Petugas Imigrasi.
  • Setelah mendapatkan petunjuk dari Petugas Imigrasi, letakkan kedua jari telunjuk pada pembaca sidik jari, sementara informasi sidik jari Anda dibaca secara elektromagnetik.
  • Kamera di atas pembaca sidik jari akan mengambil foto Anda.
  • Anda akan diwawancarai oleh petugas Imigrasi.
  • Pemeriksaan berakhir setelah Petugas Imigrasi mengembalikan paspor Anda dan dokumen lainnya.
Catatan Penting
  • Warga negara asing yang menolak sidik jari atau fotonya diambil akan ditolak masuk ke Jepang, dan diperintahkan untuk pergi.
  • Kartu ED yang tidak lengkap dapat menyebabkan waktu pemrosesan Imigrasi yang sangat lama, jadi harap pastikan Anda tidak melewatkan keterangan apa pun pada kartu ED.
  • Untuk keterangan lebih lanjut, kunjungi situs web Kementerian Kehakiman Jepang.

Karantina

Catatan: Seluruh penumpang asal Asia Tenggara wajib menyerahkan kuisioner kesehatan.

UU Perlindungan Tumbuhan

Saat membawa tumbuhan ke Jepang, secara hukum Anda diharuskan menyerahkan sertifikat Phytosanitary yang dikeluarkan oleh pemerintah negara pengekspor. Berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Tumbuhan, Anda harus menjalani pemeriksaan impor dan jika Anda tidak memiliki sertifikat Phytosanitary, maka tanaman akan dibuang. Untuk informasi terbaru mengenai program karantina tumbuhan, lihat situs web Bagian Perlindungan Tanaman - Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan.

Catatan: Tumbuhan didefinisikan sebagai buah-buahan, sayur-sayuran, sereal, bunga potong atau kering, biji-bijian, atau bibit. Setiap pelanggaran dapat mengakibatkan sanksi hukuman (misalnya, hukuman pidana tiga tahun dan/atau denda maksimal satu juta yen).

Impor yang Dilarang

Berikut ini adalah contoh-contoh tanaman dan/atau barang-barang terkait tanaman yang tidak dapat dibawa ke Jepang:

  • Mangga
  • Pepaya
  • Leci
  • Lengkeng
  • Bluberi
  • Manggis
  • Rambutan
  • Jambu biji
  • Pitaya (buah naga)
  • Kacang mete
  • Lianwu
  • Pare
  • Kacang marrow
  • Cabai
  • Tomat
  • Tanah (termasuk tumbuhan dalam pot)
  • Serangga yang berbahaya bagi tumbuhan
  • Jerami padi dan gabah (kecuali yang dibawa dari Semenanjung Korea dan Taiwan)

Beberapa buah atau sayuran mungkin dilarang berdasarkan negara/kawasan tempat pembelian. Untuk informasi selengkapnya, silakan klik ke sini.

Tumbuhan Kemboja dari Kepulauan Hawaii

Per tanggal 24 Mei 2017, Anda dilarang mengimpor tumbuhan dan setek Kemboja dari Kepulauan Hawaii ke Jepang, kecuali bila kondisi tertentu dipenuhi.