Ketentuan Pengangkutan (Penumpang Internasional dan Bagasil)

Kondisi pengangkutan berikut mulai berlaku sejak 30 Mei 2017.

- Amandemen ANA mengenai kondisi pengangkutan berlaku sejak 30 Mei 2017.

Pasal yang diubah
○Pasal 8 (RESERVASI)

1. DEFINISI

"Lokasi Pemberhentian yang Disetujui" berarti lokasi selain lokasi keberangkatan dan tujuan, baik yang telah ditentukan di dalam Tiket dan/atau Tiket yang diterbitkan saat transit termasuk lokasi pemberhentian di dalam rute perjalanan penumpang, maupun tertera dalam jadwal perjalanan milik maskapai.

"ANA" adalah ALL NIPPON AIRWAYS COMPANY, LTD.

"AJX" adalah Air Japan Company,LTD.

Kecuali bila tertera di dalam Ketentuan Pengangkutan, ANA digantikan oleh AJX di dalam Ketentuan ini bila Penumpang memiliki reservasi dengan AJX dan memegang tiket dimana kode penerbangan "NQ" tertera sebagai pesawat pengangkut.

"Regulasi ANA" adalah peraturan dan regulasi milik ANA, selain dari Ketentuan Pengangkutan, untuk Pengangkutan Penumpang Internasional dan/atau bagasi termasuk, tapi tidak terbatas pada, tabel tarif dan biaya ANA.

"Hukum yang Berlaku" adalah hukum, pejabat pemerintahan dan kementrian, serta regulasi pemerintah setempat yang berlaku terhadap Ketentuan Pengangkutan dan/atau Bagasi yang dilakukan ANA.

"Agen Resmi" adalah agen penjualan yang ditunjuk oleh maskapai untuk melayani penjualan tiket pada penumpang, dan jika diotorisasikan oleh maskapai, juga melayani maskapai lain.
"Bagasi" adalah properti pribadi Penumpang yang dibutuhkan atau layak dipakai, digunakan, untuk kenyamanan perjalanan. Kecuali ditentukan sebelumnya, juga termasuk Bagasi Penumpang yang belum dan sudah di check-in.

"Baggage Check" adalah ketentuan di dalam tiket dan ditentukan oleh maskapai untuk melakukan pemeriksaan bagasi penumpang

"Baggage Identification Tag" adalah dokumen yang diterbitkan oleh maskapai terhadap bagasi yang telah diperiksa, label ini terdiri dari 2 bagian : label yang ditempelkan pada barang bawaan, dan kartu klaim yang diberikan pada penumpang.

"Pengangkutan" adalah pengangkutan penumpang dan/atau barang bawaannya.

"Maskapai" adalah maskapai udara dan termasuk maskapai yang menerbitkan tiket dan yang mengangkut penumpang beserta bawaannya.

"Checked Baggage" adalah bagasi yang telah diterima dan diperiksa maskapai dan kemudian diterbitkan Baggage Check dan Baggage Identification Tag sebagai tanda verifikasi. "Anak-anak" adalah seseorang yang berusia 2 hingga 12 tahun, pada hari keberangkatan.

"Tiket Konjungsi" adalah tiket yang diterbitkan pada penumpang yang berhubungan dengan tiket lain yang tergabung dalam satu kontrak penerbangan.
"Konvensi" adalah perjanjian-perjanjian yang mempengaruhi kontrak penerbangan:

"Convention for the Unification of Certain Rules Relating to International Carriage by Air", ditandatangi di Warsawa pada 12 Oktober, 1929 (yang kemudian disebut sebagai "Konvensi Warsawa");

"Konvensi Warsawa ditandatangani di Hague pada 28 September 1955";

"Konvensi Warsawa" yang diamandemen oleh Additional Protocol nomor 1 Montreal 1975.

"Konvensi Warsawa yang diamandemen di Hague pada 1955" yang diamandemen oleh Additional Protocol nomor 2 Montreal 1975 dan

"Convention for the Unification of Certain Rules for International Carriage by Air", yang dilakukan di Montreal pada 27 May 1999 (yang kemudian disebut sebagai "Konvensi Montreal").

"Hari" adalah hari kalender termasuk 7 hari dalam seminggu;

"Destinasi" adalah tempat tujuan dibawah kontrak pengangkutan. Dalam perjalanan dua arah yang tujuannya kembali ke tempat semula, tempat Destinasi sama dengan tempat keberangkatan.

"Kupon Elektronik" adalah kupon penerbangan elektronik dan dokumen berharga lain yang berbentuk digital dan disimpan di database ANA.

"Kupon Penerbangan Elektronik" adalah bentuk kupon penerbangan yang tercatat di database ANA.

"Dokumen Elektronik Lainnya" adalah dokumen elektronik yang diterbitkan maskapai atau agen resmi, ditujukan kepada pihak yang namanya tertera di dokumen elektronik tersebut.

"Tiket elektronik" adalah Itinerary/Bukti Penerimaan dan Kupon Penerbangan Elektronik yang diterbitkan maskapai atau agen resmi.

"Endorsemen" adalah perintah tertulis dari maskapai untuk mengalihkan tiket atau tagihan atau kupon individu seseorang menuju maskapai lain. Stempel biasanya akan ditempelkan pada kupon.

"Excess Baggage Ticket" adalah dokumen yang diterbitkan maskapai untuk pengangkutan bagasi yang melebihi batas angkut.

"Kupon Penerbangan" adalah tiket penumpang (untuk e-tiket, Kupon Penerbangan Elektronik) dimana pemilik kupon penerbangan tersebut sah untuk diangkut.

"French Gold Francs" adalah mata uang franc Perancis yang terdiri dari 65.5 miligram emas dari standar murni 900/1000. French Gold Francs dapat dikonversikan menjadi mata uang negara setempat dengan pembulatan.

"Bayi" adalah seseorang dengan umur dibawah 2 tahun pada tanggal keberangkatan.

"Penerbangan Internasional" adalah penerbangan yang dilakukan dari/dan ke dua negara atau lebih. Istilah "negara" mengacu pada suatu wilayah yang telah diakui kedaulatannya.

"Itinerary/Tanda Terima" berarti dokumen atau dokumen-dokumen yang membentuk suatu kesatuan Tiket Elektronik yang berisi informasi seperti itinerary, informasi tiket, bagian dari ketentuan kontrak Pengangkutan dan pengumuman terkait.

"Tagihan Tambahan" adalah suatu dokumen atau dokumen elektronik yang diterbitkan oleh suatu Maskapai Penerbangan atau Agen Resmi untuk memohon penerbitan Tiket atau penyediaan jasa travel untuk seseorang yang namanya tertera pada dokumen atau dokumen elektronik tersebut.

"Penumpang" adalah semua orang, kecuali anggota kru, yang terbang atau akan terbang dengan pesawat dengan persetujuan dari Maskapai Penerbangan.

"Kupon Penumpang" atau "Tanda Terima Penumpang" adalah kupon atau tanda terima yang berperan sebagai bagian dari Tiket seperti diterbitkan oleh suatu Maskapai Penerbangan atau Agen Resmi dan diberi tanda "Kupon Penumpang" atau "Tanda Terima Penumpang", di mana dokumen tersebut merupakan bukti tertulis Penumpang untuk kontrak Pengangkutan.

"Tiket Penumpang" adalah suatu bagian dari Tiket seperti diterbitkan oleh Maskapai Penerbangan atau Agen Resmi dan seperti disediakan untuk Angkutan Penumpang.

"Rerouting" adalah perubahan apa pun pada rute, kelas pelayanan, penerbangan atau periode validitas dari apa yang awalnya tertera pada Tiket yang diterbitkan di mana Penumpang hadir untuk Pengangkutan.

"SDR" artinya Special Drawing Rights seperti didefinisikan oleh Dana Moneter Internasional. Konversi jumlah SDR ke mata uang nasional, pada kasus proses peradilan, akan dilakukan pada nilai tukar mata uang dan SDR yang berlaku pada tanggal sidang terakhir dari peradilan dan, pada kasus lain, dengan nilai tukar mata uang dan SDR yang berlaku pada tanggal ketika jumlah kerugian akhirnya dipastikan atau ketika nilai Bagasi diumumkan.

"Persinggahan" adalah gangguan dalam perjalanan yang disengaja oleh Penumpang, pada titik antara tempat keberangkatan dan Tujuan, sebagaimana disetujui lebih dulu oleh Maskapai Penerbangan.

"Tiket" adalah dokumen dengan nama "Passenger Ticket and Baggage Check" atau Tiket Elektronik, dalam setiap kasus yang diterbitkan oleh Maskapai Penerbangan atau Agen Resmi untuk Pengangkutan Penumpang dan/atau Barang, menetapkan bagian dari ketentuan kontrak Angkutan dan pengumuman terkait dan mencakup Kupon Penerbangan dan Kupon Penumpang atau Tanda Terima Penumpang atau Kupon Penerbangan Elektronik dan Itinerary/Tanda Terima menurut Ketentuan Angkutan ini.

"Memvalidasi" adalah kegiatan membubuhkan cap pada Tiket Penumpang yang mengindikasikan bahwa tiket tersebut telah diterbitkan secara sah oleh Maskapai Penerbangan atau Agen Resmi atau, pada kasus Tiket Elektronik, kegiatan mendaftarkan semua Kupon Penerbangan Elektronik ke dalam database ANA.

"Unchecked Baggage" adalah Barang apapun selain Checked Baggage yang telah diijinkan oleh Maskapai Penerbangan untuk dibawa ke dalam kabin oleh Penumpang.

2. PEMBERLAKUAN PERSYARATAN

(A) Umum

Tidak ada apa pun dalam Ketentuan Angkutan atau Regulasi ANA, kecuali yang dijinkan oleh Konvensi dan dinyatakan secara tegas di sini, yang merupakan modifikasi dari ANA atas pasal apa pun dari, atau pelepasan hak oleh ANA oleh, Konvensi.

(B) Pemberlakuan

Selama tidak bertentangan dengan Konvensi dan kecuali jika ketentuan Angkutan ANA hanya berlaku pada layanan domestiknya, Persyaratan Pengangkutan ini berlaku untuk Pengangkutan Penumpang dan/atau Barang dan layanan insidental terkait. Tiap-tiap persyaratan harus dilaksanakan atau disediakan oleh ANA pada tarif dan biaya yang dipublikasikan sehubungan dekan Persyaratan Pengangkutan ini.

(C) Penerbangan Cuma-cuma

Sehubungan dengan Penerbangan Cuma-cuma, ANA berhak mengecualikan pemberlakuan pasal apa pun dari Ketentuan Angkutan ini.

(D) Pengangkutan oleh Penerbangan Charter

Peraturan Pengangkutan ANA yang diberlakukan sesuai dengan perjanjian charter dengan ANA akan diatur dalam persyaratan Pengangkutan yang berlaku pada penerbangan charter.

(E) Perubahan Peraturan Pengangkutan atau Regulasi ANA

Kecuali hal-hal yang dilarang oleh Hukum yang Berlaku, ANA berhak mengubah persyaratan pengangkutan atau Regulasi ANA tanpa pemberitahuan; dengan catatan bahwa tidak ada kontrak Pengangkutan yang dapat berubah, modifikasi atau amandemen yang dibuat setelah Pengangkutan akan diberlakukan sesuai dengan dimulainya kontrak tersebut.

(F) Kondisi yang Berlaku

Peraturan Pengangkutan dan Regulasi ANA akan berlaku pada seluruh penangkutan penumpang dan bagasi pada hari keberangkatan.

(G) Persetujuan Penumpang

Penumpang akan dianggap memahami dan mengetahui Peraturan Pengangkutan dan Regulasi ANA.

3.CODE SHARE

  • (1) ANA menawarkan perjalanan bersama dengan maskapai lain, Kode penerbangan ANA akan tercantum dalam penerbangan yang dioperasikan maskapai lain dalam perjanjian codeshare.
  • (2) Untuk penerbangan codeshare yang dioperasikan maskapai lain, ANA akan memberitahukan nama maskapai sebelum reservasi dilakukan.
  • (3) Penumpang yang melakukan perjalanan menggunakan maskapai lain akan tunduk pada peraturan maskapai tersebut, termasuk mengenai
    • (a) perubahan rute yang tidak dapat dihindarkan yang tercantum dalam paragraf (B) Artikel 7
    • (b) check-in yang tercantum dalam Artikel 9
    • (c) penolakan dan pembatasan pengangkutan yang tercantum dalam paragraf (A) dan (C) Artikel 10
    • (d) pembatasan bagasi, baik dalam batas maupun biaya kelebihan muatan dan binatang peliharaan yang tercantum dalam Artikel 11
    • (e) pembatalan yang tercantum dalam sub-paragraf (2) dari paragraf (B) Artikel 12
    • (f) rencana darurat untuk delay berkepanjangan yang tercantum dalam paragraf (C) Artikel 12.

4. TIKET

(A) Umum

  • (1) ANA tidak akan menerbitkan maupun mengubah tiket hingga penumpang membayar tarif yang telah disepakati, atau sesuai dengan perjanjian kredit yang disetujui oleh ANA.
  • (2) ANA akan memungut biaya layanan tiket dan biaya layanan pertukaran/penerbitan ulang tiket terkait permintaan penumpang mengenai perubahan rute perjalanan berdasarkan peraturan ANA. Biaya layanan tidak dapat dikembalikan untuk Pengembalian Sukarela. Untuk Pengembalian Dana non-Sukarela, ANA akan mengembalikan dana sesuai regulasi ANA.
  • (3) Penumpang wajib menunjukkan tiket yang sah menurut Regulasi ANA dan membawa kupon penerbangan untuk penerbangan yang ia naiki dan kupon penerbangan lainnya serta kupon penumpang atau bukti bayar penumpang ketika ia menumpangi maskapai. (atau, tiket elektronik, itinerary/bukti bayar, dan tanda pengenal penumpang). Penumpang dianggap tidak sah untuk diangkut jika tiket yang ditunjukkan masuk dalam kategori sub-paragraf (6) dari paragraf (A) Artikel 10.
  • (4) Apabila penumpang kehilangan tiket, maupun tidak dapat menunjukkan tiket yang berisikan kupon penumpang atau bukti bayar penumpang dan kupon penerbangan yang belum terpakai, ANA dapat menerbitkan tiket baru untuk menggantikan tiket yang hilang, sesuai dengan permintaan penumpang dan memenuhi sub-syarat berikut dengan syarat di bawah ini:
    • (i) ANA menerima bukti yang memuaskan dari Penumpang tentang tiket yang berlaku pada penerbangan yang relevan, dan memenuhi keadaan, serta dianggap patut oleh ANA; dan
    • (ii) Penumpang setuju dengan syarat yang ditentukan oleh ANA, untuk mengeluarkan ANA dari segala kerugian dan kerusakaan yang berhubungan dengan masalah pergantian tiket.
  • (5) ANA akan menagih 10,000 yen (atau sesuai nilai mata uang negara setempat) sebagai biaya tambahan perubahan tiket, sesuai dengan sub-paragraf (3) per tiket yang diterbitkan pada penumpang.
  • (6) Tiket tidak dapat ditransfer. ANA tidak akan memproses permintaan refund bila pihak yang melakukan permintaan refund adalah pihak selain yang tercantum pada tiket. Jika tiket digunakan oleh orang lain selain yang namanya tercantum dalam tiket, tanpa sepengetahuan pemilik tiket asli, ANA tidak bertanggung jawab atas kematian atau kecelakaan, keterlambatan kedatangan orang tersebut, termasuk kerusakaan bagasi maupun properti pribadi lainnya yang timbul sehubungan dengan penyalahgunaan tersebut.

(B) Validitas Pengangkutan

  • (1) Saat tiket tervalidasi, maka pemilik tiket tersebut sah untuk menaiki pesawat dan menikmati layanan kelas yang dipilih hingga terbang menuju airport tujuan yang tercantum dalam tiket, hingga periode waktu yang telah ditentukan atau disebutkan dalam sub-paragraf berikutnya. Setiap Kupon Penerbangan dinilai sah untuk pengangkutan dan kursi akan direservasi pada penumpang yang bersangkutan. Jika Kupon Penerbangan diterbitkan sebagai tiket "open date", kursi akan direservasi untuk Penumpang setelah pendaftaran, bergantung pada tarif yang berlaku dan ketersediaan kursi pada penerbangan. Tiket sah memiliki tempat dan tanggal penerbitan tiket.
  • (2) Kecuali ditentukan lain dalam peraturan tarif yang berlaku, masa berlaku tiket adalah satu tahun, jika penerbangan dimulai setelah tanggal dimulainya penerbangan (tidak termasuk tanggal dimulianya penerbangan) atau, jika tidak ada bagian dari tiket yang digunakan setelah tanggal penerbitan (tidak termasuk tanggal penerbitan). Jika sebuah tiket berisikan kupon penerbangan yang memiliki batas waktu penggunaan kurang dari satu tahun, maka batas waktu tersebut hanya berlaku pada kupon penerbangan tersebut.
  • (3) Masa berlaku biaya lain-lain dan dokumen elektronik lain-lain adalah satu tahun semenjak penerbitan. Tagihan Tambahan dan dokumen elektronik lain-lain tidak dapat ditukar dengan Tiket kecuali didaftarkan untuk ditukar dengan Tiket dalam waktu satu tahun dari tanggal penerbitan.
  • (4) Tiket akan kadaluarsa pada tengah malam tanggal kadaluarsa. Kecuali ditentukan lain dalam Peraturan ANA, perjalan sesuai dengan kupon penerbangan dari tiket dapat terus berlanjut setelah tanggal berakhirnya tiket jika perjalanan dimulai sebelum tengah malam.
  • (5) Tiket kadaluarsa, beban lain yang ditagihkan pada penumpang akan direfund sesuai ketentuan Artikel 13.

(C) Perpanjangan Masa Berlaku

  • (1) Jika penumpang dilarang terbang selama masa berlaku tiket karena ANA:
    • (a) membatalkan penerbangan dimana penumpang telah reservasi;
    • (b) gagal terbang sesuai jadwal;
    • (c) pesawat tidak mendarat di airport tempat calon penumpang akan menaiki pesawat;
    • (d) menyebabkan penumpang gagal transit;
    • (e) mengganti kelas layanan; atau
    • (f) tidak bisa menyediakan kursi yang telah di reservasi sebelumnya;
    • ANA, kecuali bila diatur dalam regulasi ANA, akan memperpanjang masa berlaku tiket, tanpa tambahan biaya, dan mendaftarkan penumpang pada penerbangan selanjutnya sesuai dengan kelas pilihan Penumpang.
  • (2) Jika Penumpang yang memiliki Tiket dengan masa berlaku satu tahun dilarang bepergian dalam periode validitas karena ANA tidak dapat menyediakan kursi pada kelas penerbangan yang sudah dibayarkan oleh Penumpang, ANA akan memperpanjang masa berlaku Tiket ke waktu penerbangan ANA pertama di mana tersedia kursi kelas penerbangan yang sudah dibayar ketika Penumpang membuat reservasi; dengan catatan bahwa perpanjangan tersebut tidak melebihi 7 Hari setelah tanggal kadaluarsa Tiket (di luar tanggal kadaluarsa.).
  • (3) (a) Apabila Penumpang, setelah memesan tiket, dilarang bepergian karena sakit (bukan karena kehamilan) ANA dapat, bila Regulasi ANA tidak melarang, memperpanjang masa berlaku sebagaimana:
    • (i) Terkait dengan tiket dengan masa berlaku satu tahun, ANA akan memperpanjang periode tersebut ke tanggal dimana penumpang telah menjadi sehat dan siap untuk melanjutkan perjalanannnya menurut sertifikat medis yang sah; atau jika ANA tidak dapat menyediakan kursi pada kelas penerbangan yang sudah dibayarkan Penumpang, ke penerbangan pertama ANA dari tempat Penumpang melanjutkan perjalanannya. Jika kupon penerbangan melibatkan satu atau lebih tempat pemberhentian, sesuai dengan peraturan ANA, dapat memperpanjang masa berlaku tiket maksimal 3 bulan setelah tanggal (kecuali tanggal bersangkutan) hingga penumpang mampu melakukan penerbangan.
    • (ii) Terkait dengan Tiket yang masa berlakunya di bawah satu tahun, ANA dapat, kecuali jika diatur dalam Regulasi ANA, memperpanjang masa berlaku tersebut ke tanggal di mana Penumpang telah menjadi sehat dan siap untuk melakukan perjalanannya menurut sertifikat medis yang sah; atau jika ANA tidak dapat menyediakan kursi pada kelas penerbangan yang sudah dibayarkan Penumpang, ke penerbangan pertama ANA dari tempat Penumpang siap melanjutkan perjalanannya di mana tersedia kursi pada kelas penerbangan yang sudah dibayarkan oleh Penumpang (terlepas dari ketentuan-ketentuan yang membatasi dan berlaku pada jenis tarif yang dibayarkan), namun masa berlaku tidak dapat diperpanjang lebih dari 7 hari setelah tanggal (di luar tanggal tersebut). di mana Penumpang telah sehat untuk melanjutkan perjalanannya.
      Pada kasus (i) atau (ii) di atas, ANA dapat memperpanjang masa berlaku Tiket dengan periode perpanjangan yang sama untuk Tiket anggota keluarga inti yang bepergian dengan Penumpang tersebut.
    • (b) Poin (a) tidak berlaku apabila penumpang pulih sebelum masa kadaluarsa.
  • (4) Bila penumpang meninggal dalam sebuah perjalanan, ANA dapat mengubah atau memodifikasi tiket dari orang yang menyertai penumpang dengan, antara lain, membebaskan persyaratan minimum tinggal atau memperpanjang masa berlaku. Bila keluarga penumpang meninggal setelah ia memulai perjalannnya, sehubungan dengan tiket penumpang atau keluarga dekat yang menyertai penumpang, ANA dapat membebaskan persyaratan mininum tinggal atau memperpanjang masa berlaku. Setiap perubahan atau modifikasi tersebut harus disertai dengan penerimaan ANA tentang sertifikat kematian yang benar dan setiap perpanjangan tersebut tidak boleh melebihi 45 hari setelah tanggal kematian penumpang (tidak termasuk tanggal kematian)

(D) Urutan Penggunaan Kupon Penerbangan

  • (1) ANA menghormati kupon penerbangan hanya dalam urutan dari tempat keberangkatan yang tertulis dalam tiket tersebut.
  • (2) Sebuah tiket tidak berlaku dan ANA tidak akan menghormati sebuah tiket bila kupon penerbangan untuk sektor internasional pertama tidak digunakan dan penumpang melakukan perjalanannya dari tempat pemberhentian yang telah disetujui.

5.PERSINGGAHAN

Pesawat akan singgah di airport yang telah diizinkan oleh regulasi ANA yang berlaku.

6.TARIF DAN RUTE PERJALANAN

(A) Harga hanya berlaku untuk penerbangan dari bandara di tempat keberangkatan ke bandara tujuan dan tidak termasuk layanan transportasi darat dalam wilayah bandara, antara bandara, atau antara daerah bandara dan pusat kota, kecuali dalam peraturan ANA tercantum secara spesifik mengenai penyediaan layanan transportasi darat tersebut akan disediakan oleh ANA tanpa adanya biaya tambahan.

(B) Tarif yang berlaku

  • (1) Tarif yang berlaku adalah tarif yang ditentukan oleh ANA atau Agen Resmi yang telah ditunjuk oleh ANA, atau bila tidak dipublikasikan, ditentukan sesuai dengan peraturan ANA, yang akan, kecuali ditentukan lain dalam Hukum yang berlaku, sejak tanggal penerbitan dan berlaku pada tanggal dimulainya kupon penerbangan pertama. Jika jumlah pembayaran yang diterima tidak sama dengan total tagihan, sisanya akan dibayarkan Penumpang, atau bila memungkinkan, akan dikembalikan oleh ANA.
  • (2) Kecuali ditentukan di dalam Peraturan Pengangkutan atau Regulasi ANA, tarif yang dibayarkan berlaku untuk satu kursi. Kecuali ditentukan didalam Regulasi ANA atau disetujui oleh ANA, Penumpang berhak mendapatkan satu kursi.

(C) Rute Perjalanan

Kecuali jika ditentukan di dalam Regulasi ANA, tarif berlaku hanya pada perjalanan yang telah ditentukan. Jika ada perbedaan rute dalam tarif yang sama, Penumpang berhak menentukan rute perjalanan sebelum memesan tiket. Jika penumpang tidak menentukan rute, ANA yang akan menentukan rute perjalanan.

(D) Pajak dan Biaya-biaya lain

Pajak dan Biaya-biaya lain yang diterapkan pemerintah atau otoritas publik setempat atau oleh maskapai dalam menggunakan fasilitas atau layanan, akan ditanggung Penumpang.

(E) Mata Uang

Tarif dan biaya-biaya akan dibayarkan sesuai mata uang yang ditentukan oleh ANA. Jika pembayaran dilakukan dengan mata uang selain dari yang tertera ketika pemesanan, nilai tukar akan disesuaikan dengan Regulasi ANA.

7.PERUBAHAN RUTE, GAGAL TERBANG DAN TRANSIT

(A) Permintaan Perubahan Rute oleh Penumpang

  • (1) Sehubungan dengan Regulasi ANA, perubahan rute mungkin tidak diizinkan pada kondisi tarif tertentu.
  • (2) Berdasarkan permintaan Penumpang, ANA bisa mengubah rute apabila:
    • (a) ANA sebagai penerbit tiket atau tagihan tambahan;
    • (b) ANA adalah penerbangan resmi sebagaimana dituliskan dalam kotak "Original Issue" tiket atau biaya pesanan lain-lain;
    • (c) (i)ANA merupakan Maskapai Penerbangan yang dirujuk dalam apa yang disebut kotak "Maskapai" Kupon Penerbangan yang tidak terpakai dari penerbangan pertama dan seterusnya yang menyebabkan adanya perubahan rute atau tagihan tambahan lainnya,
      (ii)ANA merupakan Maskapai Penerbangan yang dituju dalam Kupon Penerbangan atau tambahan lainnya; atau
      (iii)tidak ada Maskapai Penerbangan yang dirujuk dalam apa yang disebut kotak "Maskapai" Kupon Penerbangan sejenis atau tagihan tambahan lainnya;
      dalam hal jika Maskapai Penerbangan yang menerbitkan Tiket atau Tagihan Tambahan ditunjuk sebagai Maskapai Penerbangan untuk sektor penerbangan berikutnya dan seterusnya dan memiliki kantor sendiri atau agen sales umum yang disahkan untuk mengeluarkan tiket atas namanya pada titik rute perjalanan, baik ketika ada perubahan rute atau perubahan tiket atau tagihan tambahan, seperti penerbitan Pengesahan Maskapai Penerbangan dapat diperoleh pada salah satu kasus sebelumnya (i), (ii) and (iii).
  • (3) Ketika penerbangan dijalankan, hal-hal berikut akan berlaku:
    • (a) akan disediakan bila penerbangan yang menerbitkan tiket atau pemesanan lain-lain berasal dari penerbangan dengan sektor bersangkutan dan memiliki kantor sendiri atau agent penjualan resmi untuk mengeluarkan tiketnya sendiri dari rute atau pengubahan rute terjadi pada tiket atau pemesanan lain-lain berlaku, pengesahan penerbangan harus diperoleh di kedua titik tersebut pada salah satu kasus sebelumnya (i), (ii), dan (iii).
    • (b) Dalam hal rute baru perjalanan setelah pengubahan rute tidak memenuhi ketentuan yang berlaku untuk diskon perjalanan pulang pergi, diskon perjalanan pulang pergi tidak akan berlaku bagi sektor-sektr yang sudah melakukan penerbangan bahkan bila tiket yang diterbitkan berdasarkan diskon perjalanan pulang pergi.
  • (4) tarif dan biaya yang berlaku setelah perubahan rute, sejak tanggal penerbitan, dimaksudkan untuk diterapkan pada tanggal dimulainya penerbangan; disediakan bagi penumpang yang tiketnya belum digunakan, permintaan perubahan rute pada kupon penerbangan, tarif dan biaya berlaku pada tanggal yang telah diubah dan tercantum di tiket sesuai dengan peraturan ANA dan aturan tarif yang berlaku.
  • (5) ANA akan mengenakan biaya pada penumpang terhadap perbedaan harga setelah perubahan rute dan harga yang telah dibayarkan penumpang, atau merencanakan refund, jika perlu, kepada penumpang, sesuai dengan artikel 13.
  • (6) Masa akhir berlaku sebuah tiket yang baru diterbitkan sebagai akibat dari perubahan rute, penerbangan, layanan kelas, atau maskapai, harus dari tiket asli yang disediakan, jika penumpang yang tiketnya belum digunakan memohon perubahan rute, masa akhir berlaku tiket akan dihitung dari berubahnya tanggal tiket tersebut.
  • (7) Batas waktu pembatalan, dan biaya untuk pembatalan akhir, dari kursi yang telah direservasi berlaku juga untuk perubahan rute atas permintaan penumpang.

(B) Perubahan Rute Secara Tiba-tiba

  • (1) Kecuali jika disebutkan di dalam sub-paragraf (B) Artikel 12, apabila ANA membatalkan penerbangan, gagal terbang tepat waktu, atau tidak dapat mendarat di airport tujuan, atau tidak dapat menyediakan kursi bagi penumpang yang telah memesan, atau menyebabkan penumpang gagal mengikuti penerbangan selanjutnya, ANA, sesuai pilihan Penumpang, akan menawarkan opsi (a) atau (b) dibawah
  • (a) ANA menyediakan opsi berikut :
    • (i) mendaftarkan Penumpang pada penerbangan lain bila kursi tersedia;
    • (ii) Melakukan endorse penumpang pada maskapai lain atau transportasi lain; atau
    • (iii) mengubah rute dan membawa Penumpang, oleh penerbangan lain oleh ANA maupun maskapai lain atau transportasi lain, hingga penumpang sampai tujuan yang tertera pada tiket.
  • (b) ANA akan mengembalikan seluruh dana non-voluntersesuai paragraf (C) Artikel 13.
  • (2) Apabila penumpang gagal mengikuti penerbangan selanjutnya diakibatkan oleh kesalahan dari operator penerbangan selanjutnya, maka bukan menjadi tanggung jawab ANA
  • (3) Seorang penumpang yang dikenakan perubahan rute atas permintaan ANA dapat mempertahankan bagasi gratis sebagaimana yang berlaku pada layanan kelas dan tarif yang telah dibayarkan sebelumnya oleh penumpang. Ketentuan ini juga berlaku dalam hal penumpang berhak untuk pengembalian dana akibat dia dipindahkan dari kelas layanan tarif yang penumpnag bayarkan ke layanan kelas dibawahnya.

8.RESERVASI

(A) Umum

  • (1) Reservasi akan dinyatakan sah bila tercatat secara resmi di dalam sistem reservasi ANA.
  • (2) Perubahan nama tidak diizinkan ketika reservasi sudah dinyatakan sah.
  • (3) Sehubungan dengan Regulasi ANA, perubahan rute mungkin tidak diizinkan pada kondisi tarif tertentu.
  • (4) Seorang penumpang yang memiliki open-date tiket tidak terpakai, pemesanan lain-lain, atau yang berharap untuk merubah reservasinya ke yang lainnya tidak berhak untuk hak istimewa sehubungan dengan pembuatan reservasi.

(B) Batas Waktu Tiket

Apabila Tiket tidak jadi diterbitkan pada suatu calon penumpang sebelum batas waktu habis, ANA bisa membatalkan pemesanannya.

(C) Penempatan Kursi

ANA mengizinkan penumpang untuk memesan kursi sebelumnya; dengan syarat, ANA dapat, tanpa pemberitahuan sebelumnya, mengubah susunan kursi karena pergantian pesawat atau alasan lain.

(D) Biaya Layanan Ketika Kursi Tidak Terpakai

Sesuai Regulasi ANA, biaya layanan dapat dibebankan pada calon penumpang apabila ia tidak dapat menempati kursinya.

(E) Pembatalan Reservasi oleh ANA

  • (1) ANA dapat membatalkan sebagian atau seluruh reservasi Penumpang apabila 2 atau lebih kursi di pesan oleh orang yang sama dan reservasi pada:
    • (a) penerbangan pada hari dan sektor yang sama;
    • (b) penerbangan pada sektor dan tanggal yang berdekatan;
    • (c) penerbangan hari yang sama namun sektor berbeda; atau
    • (d) penumpang dianggap tidak mampu menempati seluruh kursi sekaligus.
  • Apabila calon penumpang tidak dapat menempati kursi yang telah dipesan tanpa pemberitahuan kepada pihak ANA, ANA dapat membatalkan pemesanan.
    Jika calon penumpang juga tidak dapat menempati kursi yang telah dipesan pada penerbangan selanjutnya, maka ANA dapat membatalkan reservasi calon penumpang tersebut.
  • (3) ANA bisa membatalkan sebagian atau seluruh reservasi calon penumpang apabila penumpang tidak dapat melengkapi biodata tepat waktu, sesuai aturan yang berlaku di negara setempat.

(F) Konfirmasi Ulang pada Pemesanan dengan Maskapai Lain

Apabila konfirmasi ulang diperlukan pada maskapai selain ANA, ANA dapat membatalkan reservasi apabila calon penumpang tersebut tidak dapat melakukan konfirmasi pemesanan pada batas waktu yang ditentukan.

(G) Biaya Komunikasi

Penumpang akan menanggung biaya telepon, faks, atau internet yang digunakan ketika membuat membatalkan reservasi.

(H) Data Personal

Penumpang setuju untuk menyediakan data pribadi kepada ANA oleh penumpang atau agen mereka, dan akan disimpan oleh ANA atau, jika ANA merasa hal ini diperlukan, maka akan dikirimkan oleh ANA kepada kantor ANA manapun, dan maskapai lainnya, penyedia jasa travel, instansi pemerintah atau pihak atau agensi lain di negara tempat keberangkatan, tempat tujuan, atau negara tempat transit dan transfer, untuk melakukan pemesanan pada maskapai, dapat memiliki layanan tambahan, memfasilitasi imigrasi dan syarat akses atau mengizinkan akses data ke instansi pemerintah atau untuk maksud lain yang ANA anggap perlu dengan maksud memfasilitasi kemudahan berpergian bagi penumpang.

9.CHECK-IN

  • (1) Penumpang wajib hadir pada loket check-in ANA dan pintu boarding sesuai waktu yang ditentukan, atau sedini mungkin agar penumpang memiliki cukup waktu dalam melakukan check-in atau prosedur lain. Jika penumpang tidak dapat hadir pada loket check-in atau pintu boarding pada waktu yang ditentukan, gagal memenuhi prosedur, atau tidak dapat melengkapi dokumen perjalanan, ANA bisa membatalkan reservasi kursi dan tidak akan menunda keberangkatan. ANA tidak bertanggung jawab terhadap kerusakan yang dialami Penumpang yang tidak memenuhi ketentuan dari Artikel ini.
  • (2) Penumpang wajib mematuhi instruksi staf maskapai ketika memasuki, di dalam, dan turun dari pesawat, serta prosedur lain saat pengambilan atau penyerahan bagasi.

10.PENOLAKAN DAN PEMBATASAN PENGANGKUTAN

(A) Hak Untuk Menolak Pengangkutan, Etc

ANA berhak menolak mengangkut, atau menurunkan, Penumpang, ataupun barang bawaannya, apabila ANA memiliki alasan kuat bila:

  • (1) dianggap membahayakan keselamatan penerbangan;
  • (2) dianggap perlu untuk mematuhi peraturan yang berlaku di negara setempat;
  • (3) (a) Penumpang termasuk dalam kategori sub-paragraf (1) (b) paragraf (B) Artikel 16,
    • (b) Penumpang berniat memasuki sebuah negara secara ilegal ketika dia sedang transit dengan tujuan memusnahkan dokumentasi yang diperlukan untuk keluar, masuk, atau tujuan lainnya atau cara lainnya, atau
    • (c) Penumpang menolak menyerahkan dokumen yang diperlukan dengan alasan menjaga masuk ke sebuah negara secara ilegal sehingga dia menyerahkan dokumentasi untuk keluar, masuk, atau tujuan lainnya yang dilakukan oleh anggota lain dengan menukarkan bukti bayar ANA.
  • (4) Penumpang masuk dalam kategori sub-paragraf (4) atau (5) paragraf (B) Artikel 11;
  • (5) Penumpang memiliki berkelakuan, umur, atau mental yang buruk;
    • (a) membutuhkan bantuan khusus ANA,
    • (b) dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi dirinya atau Penumpang lain,
    • (c) dapat mencelakai dirinya sendiri maupun orang lain;
    • (d) menghalangi kru dalam menjalankan tugasnya atau mengabaikan instruksi kru,
    • (e) menggunakan telepon genggam, radio, permainan elektronik atau perangkat elektronik lain di dalam kabin tanpa seizin ANA,
    • (f) merokok didalam kabin;
  • (6) Tiket yang ditunjukkan oleh penumpang:
    • (a) diperoleh secara tidak sah atau dibeli dari pihak yang tidak berwenang,
    • (b) dilaporkan hilang atau dicuri,
    • (c) palsu, atau
    • (d) digunting, atau sengaja dimanipulasi pihak yang tidak berwenang, dalam hal ini ANA berhak menahan tiket;
  • (7) Penumpang yang menyerahkan tiket tidak bisa membuktikan dirinya adalah yang namanya tertera di tiket, dalam kasus ini ANA berhak menahan tiket; atau
  • (8) Penumpang yang gagal membayar tarif yang berlaku, biaya, atau pajak, atau gagal untuk melakukan pengaturan kredit yang disepakati antara ANA dan penumpang (atau orang yang membayar untuk tiket)
    Dalam kasus sub-ayat (5) (c) atau (d) dari ayat ini, ANA berhak mengambil langkah-langkah lain yang dianggap perlu untuk mencegah penumpang dari perilaku, kegagalan, obstruksi, atau tindakan yang meliputi, tetapi tidak terbatas pada menahan penumpang itu sendiri.

(B) Syarat Persetujuan Pengangkutan

Jika penumpang memiliki penyakit, umur, mental, atau fisik yang lemah. ANA tidak bertanggung jawab atas cedera yang dialami penumpang, atau meninggal dunia disebabkan penyakitnya tersebut.

(C) Batasan Pengangkutan

  • (1) Mengenai pengangkutan anak-anak maupun bayi, memiliki cacat, ibu hamil atau sedang sakit harus mengikuti Regulasi ANA dan membutuhkan persetujuan dengan ANA sebelumnya.
  • Jika total beban penumpang dan/atau bagasi melebihi batas maksimum kapasitas pesawat, ANA berhak memutuskan penumpang dan/atau bagasi yang akan diangkut.

11.BAGASI

(A) Pembatasan Bagasi

  • (1) ANA akan menolak mengangkut bagasi apabila:
    • (a) barang-barang yang dianggap bagasi sebagaimana menurut Artikel 1;
    • (b) barang-barang yang dapat membahayakan pesawat atau penumpang, yang telah disebutkan di dalam Dangerous Goods Regulations of International Civil Aviation Organization (ICAO) dan International Air Transport Association (IATA) beserta di dalam Regulasi ANA;
    • (c) barang-barang yang dilarang oleh hukum;
    • (d) barang-barang yang menurut ANA tidak layak untuk diangkut karena beban, ukuran, dan bentuk yang sifatnya fragile atau tidak tahan lama;
    • (e) binatang hidup, kecuali yang disebutkan di dalam paragraf (K) Artikel ini; atau
    • (f) senjata api, pedang, dan yang serupa, kecuali yang disebutkan dalam Regulasi ANA.
  • (2) ANA berhak menolak mengangkut, dan mengambil langkah yang diperlukan terhadap barang-barang yang dilarang di dalam sub-paragraf (1).
  • (3) ANA akan menolak barang tidak tahan lama atau fragil, uang, perhiasan, logam mulia, dokumen, atau barang berharga lain, dokumen bisnis, paspor, atau dokumen lain yang dibutuhkan selama perjalanan.
  • (4) ANA berhak menolak mengangkut bagasi bila tidak dikemas dengan baik kedalam koper atau kontainer lain.
  • (5) Jika barang-barang yang disebutkan dalam sub-paragraf (1) dibawa meskipun dilarang ataupun tidak, akan dikenakan biaya, ataupun batasan.

(B) Pemeriksaan keamanan

  • (1) Penumpang harus melewati pemeriksaan keamanan yang diberlakukan oleh pemerintah, petinggi bandara, atau ANA, kecuali hal tersebut secara spesifik tidak diperlukan oleh pemerintah, petinggi bandara, atau ANA.
  • (2) ANA akan memeriksa isi bagasi dengan cara membuka bagasi tersebut dan/atau menggunakan peralatan, disaksikan oleh Penumpang bersangkutan atau orang ketiga, untuk alasan keamanan (termasuk namun tidak terbatas pencegahan tindakan perampasan, pembajakan, atau kerusakan pesawat) dan/atau alasan lainnya. Terlepas dari aturan di atas, ANA dapat memeriksa bagasi penumpang tanpa kehadiran penumpang bersangkutan atau orang ketiga untuk melihat benda yang dibawa , atau isi bagasi, benda-benda yang tidak diperbolehkan terdapat di sub paragraf (1) dari paragraf (A) artikel ini.
  • (3) Apabila penumpang tidak menyetujui dengan pemeriksaan ANA yang disebutkan dalam sub-paragraf (1), ANA akan menolak menangkut bagasi penumpang.
  • (4) Jika penumpang tidak setuju dengan pemeriksaan ANA seperti yang telah disebutkan di sub paragraf (2) dari paragraf ini, ANA tidak akan membawa bagasi penumpang bersangkutan.
  • (5) Jika penumpang tidak setuju dengan pemeriksaan ANA seperti yang telah disebutkan di sub paragraf (3) dari paragraf ini, ANA tidak akan membawa penumpang bersangkutan.
  • (6) Jika barang terlarang seperti yang disebutkan di sub paragraf (1) dari paragraf (A) artikel ini ditemukan dikarenakan pemeriksaan yang tertulis di paragraf (2) atau (3) dari paragraf ini, ANA tidak akan membawa atau bahkan akan membuang bagasi tersebut.

(C) Bagasi yang telah diperiksa

  • (1) Tidak adanya hal yang terdapat dalam Kondisi Bagasi ini memberikan penumpang hak untuk memasukkan bagasi ke sebuah penerbangan tanpa ada pengecekan bagasi.
  • (2) Kecuali ditentukan lain dalam Peraturan ANA atau hukum yang berlaku, ANA akan menerima bagasi penumpang yang telah diperiksa sebelumnya, dan telah menunjukkan tiket yang valid pada penerbangan ANA maupun penerbangan lain dari kantor yang ditunjuk dan pada waktu yang telah ditentukan di tiket. ANA tidak akan menerima bagasi terdaftar dengan ketentuan berikut:
    • (a) Diluar tujuan yang ditunjuk, atau rute yang tidak ditunjuk pada tiket tersebut;
    • (b) Diluar tempat pemberhentian, atau point dimana seharusnya penumpang melakukan peralihan ke penerbangan selanjutnya dari airport yang berbeda sebagaimana tertulis di tiket, kecuali ditentukan lain dalam peraturan ANA;
    • (c) Diluar point transfer bagasi ke penerbangan lain yang tidak memiliki perjanjian bagasi dengan ANA atau memiliki syarat kondisi bagasi yang sama dengan ANA;
    • (d) untuk sektor dimana penumpang tidak memiliki reservasi;
    • (e) Diluar titik dimana penumpang ingin memiliki kembali bagasinya dan lainnya; atau
    • (f) untuk sektor dimana penumpang tidak membayar semua biaya yang diperlukan
  • (3) Saat penerimaan Bagasi oleh ANA untuk diperiks, ANA akan menuliskan informasi mengenai jumlah dan/atau berat bagasi terdaftar di tiket (tindakan yang dilakukan saat penerbitan pemeriksaan bagasi) dan akan menerbitkan tag identifikasi bagasi untuk setiap bagasi terdaftar.
  • (4) Jika sebuah bagasi terdaftar penumpang tidak memiliki nama, inisial, atau identifikasi personal lainnya, penumpang harus menambahkan identifikasi tersebut ke bagasi sebelum diberikan untuk diperiksa oleh ANA.
  • (5) ANA akan, dalam batas wajar, membawa bagasi terdaftar penumpang bersamaan dengan penumpang di pesawat yang ditumpangi; bila ANA menganggap sulit atau tidak praktis, ANA akan membawa bagasi terdaftar pada penerbangan lainnya yang dianggap dapat memuat bagasi tersebut dalam batas maksimul berat yang disepakati atau dengan layanan transportasi lainnya.
  • (6) ANA akan menerima bagasi terdaftar yang kelebihan berat dengan batasan berikut, hanya bila diberitahu mengenai artikel tersebut sebelumnya, dan mendapat izin untuk bagasi tersebut sebelumnya oleh ANA.
    • (a) Total panjang terluar, tinggi terluar, dan lebar terluar (selanjutnya akan disebut dengan "total 3 dimensi") dari setiap barang tidak melebihi 203 centimeter (80 inches), dan dimensinya dapat dimasukkan kedalam kompartment cargo pada pesawat yang ditumpangi;
    • (b) Berat setiap barang tidak melebihi 32 kilograms (70 pounds); dan/atau
    • (c) Total berat semua bagasi terdaftar tidak melebihi 100 kilograms (220 pounds).

Apabila ANA menerima bagasi tersebut, biaya tambahkan akan dibebankan sesuai dengan peraturan ANA. Namun ANA tidak akan menerima bagasi dalam situasi apapun dimana total 3 dimensi setiap bagasi melebihi 292 centimeters (115 inches) dan/atau total berat yang melebihi 45 kilograms (100 pounds).

(D) Bagasi tidak terdaftar

  • (1) Kecuali ditentukan lain, Bagasi yang dapat dibawa penumpang masuk kedalam kabin pesawat selain barang bawaan pribadi penumpang harus diizinkan oleh peraturan ANA dan memenuhi syarat berikut:
    • (a) tidak lebih dari satu jenis;
    • (b) total bobot tidak melebihi 10 kg(22 pound); serta
    • (c) ukuran tidak melebih 115 cm (45 inch) (100 cm apabila kapasitas tempat duduk pesawat kurang dari 100 kursi) dan muat disimpan di dalam loker tertutup di dalam pesawat maupun dibawah kursi.
  • (2) ANA memperbolehkan Penumpang membawa barang yang tidak layak dibawa di dalam kargo (seperti alat musik), tentunya dengan seizin ANA dan dengan pemberitahuan sebelumnya. Barang bawaan tersebut akan dikenakan tambahan biaya sesuai Regulasi ANA.

(E) Bagasi bebas Biaya

  • (1) Kecuali apabila disebutkan di dalam Regulasi ANA, aturan total bagasi yang diperbolehkan:
    • (a) Penumpang kelas satu diperbolehkan membawa 3 macam barang bawaan dengan berat masing-masing tidak melebihi 32 kg (70 pounds); dan jumlah ukuran semua barang bawaan tidak melebihi 158cm (62 inches);
    • (b) Penumpang kelas dua diperbolehkan membawa 2 macam barang bawaan, dengan berat masing-masing tidak melebihi 32 kg(70 pounds); dan jumlah ukuran semua barang bawaan tidak melebihi 158cm (62 inches);
    • (c) Penumpang kelas ekonomi diperbolehkan membawa 2 macam barang bawaan, dengan berat masing-masing tidak melebihi 23 kg(50 pounds); dan jumlah ukuran semua barang bawaan tidak melebihi 158cm (62 inches);
    • (d) kecuali apabila disebutkan di dalam Regulasi ANA, penumpang juga diperbolehkan membawa barang bawaan yang disebutkan di dalam sub-paragraf (1) dari paragraf (D); dan
    • (e) Mengabaikan poin (a), (b), (c), dan (d) untuk barang bawaan bayi diperbolehkan membawa 1 macam barang untuk dimasukkan ke kargo dengan total dimensi tidak melebihi 158 centimeter (62 inches) dan berat sama dengan kelas penumpang.
  • (2) Apabila 2 atau lebih penumpang yang melakukan perjalanan bersama pada penerbangan yang sama memasukkan bagasi mereka pada saat bersamaan untuk dibawa oleh ANA di tempat yang sama, ANA akan, berdasarkan permintaan penumpang, memberikan layanan bagasi gratis secara kolektif yang sesuai dengan hasil penjumlahan layanan bagasi gratis individual dengan jumlah barang.
  • (3) Kursi/kereta dorong lipat, keranjang dan/atau kursi mobil bayi dan anak-anak atau alat bantu sejenisnya untuk penumpang berkebutuhan khusus diperbolehkan dan tidak dimasukkan ke dalam Bagasi bebas biaya.

(F) Bagasi bebas biaya khusus

Selain dari bagasi bebas biaya yang disebutkan di dalam paragraf (E) di atas, ANA akan mengangkut secara gratis barang personal penumpan. Dengan seizin Regulasi ANA.

(G) Kelebihan Bagasi

  • (1) Tarif bagasi yang melebihi batas bebas biaya yang ditentukan dalam sub-paragraf (1) dari paragraf (E) diatur dalam Regulasi ANA.
  • (2) Apabila ANA sudah menyetujui sebelumnya, ANA akan membawa barang bawaan penumpang yang kelebihan muatan dari batas bebas biaya.

(H) Penentuan nilai muatan bagasi yang melebihi batas muatan dan melebihi batas maksimum

  • (1) Seorang penumpang dapat menyatakan nilai bagasi yang melebihi batasa kewajiban ANA sesuai dengan sub-ayat (4) dan (5) ayat (B) Pasal 18. Biaya kelebihan muatan adalah US$0.5 per $100, batas tagihan maksimal adalah US$2.500.
  • (2) Kecuali ditentukan lain dalam peraturan ANA, seorang penumpang mungkin harus membayar kelebihan biaya di lokasi keberangkatan untuk dapat melakukan perjalanan ke tempat tujuan; Jika sebagian dari bagasi yang diangkut oleh penerbangan lain menerapkan biaya kelebihan nilai yang berbeda dari ANA, ANA dapat menolak untuk menerima pernyataan nilai kelebihan sehubungan dengan bagian tersebut.

(I) Biaya Tambahan untuk Kelebihan Bagasi atau Biaya tambahan untuk Perubahan Rute atau Pembatalan

Pembayaran atau pengembalian biaya kelebihan bagasi atau muatan nilai yang terjadi akibat perubahan rute atau pembatalan bagasi harus tunduk pada ketentuan di bawah ini mengenai pembayaran biaya tambahan atau pengembalian biaya; ANA tidak akan melakukan pengembalian kelebihan muatan nilai dalam hal sebagian proses bagasi telah selesai.

(J) Pengambilan dan Pengantaran Bagasi

  • (1) Penumpang akan mengambil kembali Bagasi secepatnya di tempat tujuan.
  • (2) Hanya pemegang label identifikasi bagasi yang akan menerima bagasi; dan apabila penumpang tidak dapat menunjukkan label identifikasi, penumpang dapat menerima dengan cara identifikasi yang lain. ANA tidak bertanggung jawab bahwa pemegang label identifikasi benar-benar berhak menerima bagasi. Selama orang tersebut memiliki label, maka ia berhak menerima bagasi yang sesuai dengan label. ANA tidak bertanggung jawab atas kerusakan yang timbul dari atau sehubungan dengan kegagalan yang tidak dapat dipastikan.
  • (3) Apabila penumpang tidak dapat mengklaim bagasi miliknya, sesuai paragraf (2), ANA akan menyerahkan bagasi kepada pihak yang benar-benar berhak menerima, melalui proses identifikasi. Dan penumpang berhak meminta ganti rugi atas kehilangan maupun kerusakan yang diakibatkan oleh ANA.
  • (4) ANA berhak, apabila tidak disebutkan dalam hukum yang berlaku dan bila situasi memungkinkan, untuk mengantar bagasi ke pemilik label identifikasi ke tempat keberangkatan atau tempat pemberhentian tidak terjadwal jika penumpang menghendaki. Untuk pengantaran ke tempat keberangkatan atau tempat pemberhentian yang tidak dalam jadwal, ANA tidak akan mengembalikan dana atas bagasi tersebut.
  • (5) Penerimaan dari pengiriman bagasi oleh pembawa bagasi terdaftar dan sebuah tag identifikasi bagasi tanpa adanya keluhan tertulis saat pengiriman merupakan bukti prima facie bahwa bagasi telah diserahkan dalam kondisi baik dan sesuai dengan kontrak bagasi.

(K) Hewan

  • (1) Berdasarkan Regulasi ANA dan pemberitahuan sebelumnya, ANA akan mengangkut hewan seperti anjing, kucing, burung dan hewan lain jika Penumpang menempatkannya di dalam kandang yang layak dan memiliki sertifikat kesehatan, vaksinasi, izin dan dokumen lain yang dibutuhkan.
  • (2) Hewan peliharaan tidak termasuk dalam barang bawaan bebas biaya dan penumpang akan dibebankan biaya tambahan sesuai Regulasi ANA.
  • (3) Untuk hewan penuntun atau asisten yang mendampingi penumpang dengan kebutuhan khusus, akan diangkut secara gratis dan tidak termasuk dalam batas bawaan bebas biaya, sesuai Regulasi ANA.
  • (4) ANA akan mengangkut hewan penuntun dengan syarat penumpang menyetujui Regulasi ANA dan bertanggung jawab penuh terhadap hewan tersebut. ANA tidak bertanggung jawab atas penyakit, cedera, maupun kematian hewan apabila diakibatkan oleh sifat alami hewan tersebut.

12.JADWAL, DELAY DAN PEMBATALAN PENERBANGAN

(A) Jadwal Penerbangan

ANA berusaha sebaik mungkin untuk melakukan penerbangan tepat waktu; dengan syarat waktu yang ditunjukkan di timetable atau tempat lain sesuai dengan jadwal tapi tidak dapat dijadikan jaminan dalam kontrak penerbangan. ANA berhak mengubah jadwal penerbangan tanpa pemberitahuan dan tidak bertanggung jawab terhadap penerbangan lanjutan Penumpang dan/atau Bagasi dengan maskapai lain karena perubahan jadwal tersebut.

(B) Pembatalan

  • (1) ANA berhak, tanpa pemberitahuan, mengganti penerbangan atau mengganti pesawat dibawah naungan ANA.
  • (2) ANA berhak, tanpa pemberitahuan sebelumnya, untuk membatalkan, mengakhiri, menunda, atau mengalihkan penerbangan atau reservasi sesuai dengan syarat maupun sehubungan dengan apabila take-off atau landing harus dilakukan, tanpa bertanggung jawab kecuali untuk mengembalikan, sesuai dengan kondisi bagasi dan peraturan ANA, biaya dan tarif dari bagian tiket yang tidak digunakan:
    • (a) diakibatkan kejadian diluar kendali ANA (termasuk bencana alam, kondisi cuaca, tangan Tuhan, kerusuhan, embargo, perang, gangguan atau ketegangan internasional). Dimana kejadian tersebut memang benar terjadi, atau adanya perintah dan kondisi yang mengakibatkan kejadian tersebut.
    • (b) karena hal-hal diluar dugaan;
    • (c) karena hukum yang berlaku; atau
    • (d) karena kekurangan kru, bahan bakar, atau ada masalah dengan kru ANA atau maskapai lain.
  • (3) Jika seorang penumpang menolak, meskipun dengan permintaan ANA, untuk membayar semua atau sebagian tarif yang diminta oleh ANA atau biaya yang diminta atau dinilai oleh ANA sehubungan dengan Bagasinya, ANA akan membatalkan bagasi atau hak untuk setiap bagasi selanjutnya, dari penumpang dan/atau bagasinya, tanpa dikenai kewajiban kecuali untuk mengembalikan, sesuai dengan kondisi bagasi dan peraturan ANA, setiap bagian tiket yang tidak digunakan dimana penumpang telah membayar sepenuhnya tarif dan biaya tersebut.

(C) Rencana darurat

Ketika terjadi delay pesawat di landasan airport di wilayah negara Amerika Serikat dimana penumpang dilarang turun, ANA akan mengusahakan rencana darurat, namun rencana tersebut tidak menjamin dan bukan merupakan bagian dari Ketentuan Pengangkutan. Penumpang yang menggunakan penerbangan codeshare dengan maskapai lain, akan menggunakan rencana darurat maskapai tersebut.

13. PENGEMBALIAN DANA.

(A) Umum

  • (1) Apabila Penumpang tidak dapat menggunakan tiketnya karena alasan-alasan yang disebutkan paragraf (C) atau (D) dari Artikel ini, atau penumpang kehilangan tiketnya (paragraf E), ANA akan mengembalikan dana untuk tiekt yang hilang atau tidak terpakai, sesuai Regulasi ANA. Ketentuan pasal ini berlaku untuk tiket pemesanan lain-lain dan dokumen elektronik lain-lain.
  • (2) Berdasarkan Regulasi ANA, ANA akan membatasi atau menolak pengembalian dana pada kondisi tertentu.

(B) Pihak penerima pengembalian dana

  • (1) Kecuali ditentukan lain dalam paragraf ini, ANA akan mengembalikan dana kepada pihak yang namanya tertera di dalam tiket, atau pihak yang membeli tiket sesuai ketentuan setelah memberikan bukti yang memuaskan kepada ANA yang dapat membuktikan bahwa dia berhak atas kondisi bagasi untuk pengembalian dana.
  • (2)(a) Jika seseorang selain penumpang yang disebutkan dalam tiket membayar untuk tiket dan menunjuk seseorang kepada siapa pengembalian dana harus dilakukan, ANA akan mengindikasikan di tiket batasan kepada orang dimana pengembalian dana harus dilakukan dan melakukan pengembalian dana hanya ke orang yang telah ditunjuk.
    • (b) Pengembalian dana untuk tiket telah diterbitkan:
      (i) saran untuk pembayaran tiket akan diberikan kepada orang yang membayar kepada ANA;
      (ii) dibawah Universal Air Travel Plan (UATP) diberikan kepada pendaftar dimana tiket UATP Card diterbitkan;
      (iii) kepada United States Government Transportation Request (GTR) diberikan ke agensi pemerintah tempat penerbitan GTR; dan
      (iv) untuk kartu kredit komersial diberikan ke perusahan kartu kredit tempat kartu diterbitkan.
  • (3) Bila tiket hilang, ANA akan melakukan pengembalian dana hanya bila semua kupon penerbangan tidak terpakai dan kupon penumpang atau bukti bayar penumpang (atau, dalam kasus tiket elektronik, itinerary/bukti bayar) diserahkan kepada ANA.
  • (4)Setiap pengembalian yang dibuat untuk seseorang yang menghadirkan ke ANA semua kupon penerbangan tidak terpakai dan kupon penumpang atau bukti bayar penumpang (atau, dalam kasus tiket elektronik, itinerary/bukti bayar dan mengklaim pengembalian dana sesuai dengan sub-ayat (1) atau (2) ini dianggap sebagai pengembalian dana valid dan harus melepaskan ANA dari kewajiban untuk melakukan pengembalian dana lebih lanjut ke orang yang benar.

(C) Pengembalian dana non-sukarela

  • (1) Yang dimaksud "Pengembalian dana non-sukarela" adalah pengembalian dana yang dibuat ketika seorang penumpang tidak diperbolehkan menggunakan penerbangan sebagaimana tertulis pada tiketnya akibat ANA membatalkan penerbangan, gagal untuk menjalankan penerbangan berdasarkan jadwal, gagal untuk menurunkan penumpang di tempat tujuan atau tempat perhentian, gagal untuk memberikan ruang yang telah dikonfirmasi sebelumnya, menyebabkan penumpang ketinggalan penerbangan berikutnya dimana dia telah memiliki reservasi atau menolak untuk membawa atau menghapus penumpang sesuai dengan sub-paragraf (1) hingga (5) paragraf (A) dari artikel 10, dan jumlah pengembalian dana seharusnya:
    • (a) jika tidak ada bagian dari perjalanan yang telah dibuat, jumlah yang sama dengan tarif yang telah dibayarkan; dan
    • (b) jika ada sebagian perjalanan telah dibuat, lebih tinggi daripada berikut:
      (i) jumlahnya sama dengan tarif 1 kali perjalanan (atau, ketika diskon rute pulang pergi berlaku, setengah harga dari tarif pulang pergi), lebih kecil dari harga diskon, jika ada, yang diterapkan dalam komputasi asli salah satu cara tarif dan biaya yang berlaku untuk transportasi yang tidak terpakai dari titik terminasi ke tujuan atau tempat persinggahan tercantum pada tiket atau ke titik dimana transportasi harus dilanjutkan; dan
      (ii) perbedaan antara tarif yang dibayar dan tarif hingga penerbangan selesai.
  • (2) Jika seorang penumpang membayar untuk kelas layanan yang dibutuhkan oleh ANA untuk menggunakan layanan kelas lebih rendah, jumlah pengembalian dana mengikuti harga yang lebih tinggi dari berikut ini:
    • (a) perbedaan antara tarif sekali jalan (atau, ketika diskon pulang pergi berlaku, setengah harga dari tarif pulang pergi), lebih kecil sama dengan harga diskon, jika ada, yang diterapkan dalam menghitung tarif asli sekali jalan, untuk layanan kelas asli dan untuk layanan kelas yang lebih rendah, sehubungan dengan sektor yang memerlukan penggunaan layanan kelas lebih rendah; dan
    • (b) perbedaan antara tarif yang dibayar dan perhitungan tarif berdasarkan premis dimana penumpang akan melakukan perjalanan sektor yang memerlukan penggunaan layanan kelas lebih rendah.

(D) Pengembalian Sukarela

  • (1) Yang dimaksud "Pengembalian Dana Sukarela" adalah pengembalian dana atas tiket selain dari pengembalian dana non-sukarela, dan jumlah pengembalian dana harus:
    • (a) jika tidak ada bagian dari perjalanan yang telah dibuat, jumlah yang sama dengan tarif yang dibayarkan, kurang dari biaya pembatalan di peraturan ANA; dan
    • (b) Jika sebagian dari perjalanan telah dibuat, jumlahnya sama dengan perbedaan antara tarif yang dibayarkan dan tarif yang berlaku untuk sektor dimana tiket telah digunakan, kurang dari biaya pembatalan di peraturan ANA.
  • (2) Kecuali ditentukan lain di peraturan ANA, dalam kasus pengembalian dana untuk kehilangan tiket sebagaimana tertulis di paragraf (E) di artikel ini, ANA akan mengenakan 10.000 yen (atau setara dengan jumlah mata uang asing) sebagai biaya pengembalian dana untuk penerbitan kehilangan tiket ke penumpang sehubungan dengan kontrak tunggal dengan penerbangan.
  • (3) Jika pengembalian dana untuk bagian tiket akan mengakibatkan tiket seperti yang telah digunakan untuk sektor dimana penerbangan dilarang, pengembalian dana, jika ada, harus ditentukan sesuai dengan sub-ayat (1) (b) dari ayat ini sebagaimana tiket tersebut telah digunakan hingga titik penerbangan dilarang.

(E) Pengembalian Dana untuk Tiket yang Hilang

Bila penumpang kehilangan tiket atau sebagiannya, ANA akan melakukan pengembalian dana saat menerima bukti kehilangan yang memuaskan pihak ANA dan pembayaran yang ditetapkan di sub-paragraf (2) dari paragraf (D) di artikel ini, dengan memenuhi kondisi yang ditetapkan di sub-paragraf (1) hingga (3) :

  • (1)Bukti kehilangan dan permintaan pengembalian data diserahkan kepada ANA selambat-lambatnya 30 hari setelah tanggal berakhir tiket yang hilang (kecuali tanggal berakhir);
  • (2) Kehilangan tiket atau sebagian yang belum digunakan atau dikembalikan dananya dan tiket baru belum diterbitkan sebagai ganti tiket tersebut sehubungan dengan sub-paragraf (4) di paragraf (A) dari artikel 4; dan
  • (3) Orang kepada siapa pengembaian dana dibuat menyetujui untuk melepaskan ANA dari segala kerugian dan kerusakan yang ditimbulkan sehubungan dengan pengembalian dana atau tiket yang hilang digunakan untuk penerbangan, pengembalian dana, dan sebaliknya. Jumlah pengembalian dana akan ditentukan berdasarkan sub-paragraf (1) paragraf (D) di artikel ini; Jika penumpang membeli tiket untuk tiket yang hilang atau sebagian, ANA akan mengembalikan dana untuk tarif yang telah dibayar untuk pembelian ulang tiket hanya jika penumpang melakukan perjalanan dengan tiket tersebut sehubungan dengan peraturan tarif yang berlaku untuk tiket yang hilang tersebut.

(F) Periode Pengembalian Dana

Adapun pengembalian tarif, pajak, dan biaya harus dilakukan selambat-lambatnya 30 hari setelah tanggal berakhir tiket (kecuali tanggal berakhir).

(G) Hak Menolak Pengembalian Dana

  • (1) ANA berhak menolak pengembalian dana untuk tiket yang ditunjukkan penumpang kepada ANA atau ke pejabat pemerintah di sebuah negara sebagai bukti keinginan dia untuk berangkat, kecuali penumpang tersebut memenuhi izin ANA untuk tetap tinggal di negara atau dia akan berangkat dengan penerbangan lain atau dengan layanan transportasi lain.
  • (2) ANA tidak akan melakukan pengembalian dana untuk tiket penumpnag dimana bagasi penumpang ditolak atau dia telah dihapus sesuai dengan sub-paragraf (6) hingga (8) paragraf (A) di artikel 10.

(H) Mata Uang

Setiap pengembalian dana yang dibuat akan tunduk pada hukum yang berlaku di negara tempat tiket dibayarkan dan negara tempat pengembalian dana dilakukan.
Setiap pengembalian dana biasanya akan dilakukan dalam mata uang sesuai saat tiket dibayarkan namun mungkin akan dibayarkan juga dalam mata uang lain sesuai dengan peraturan ANA.

(I) Pengembalian dana oleh ANA

Kecuali ditentukan lain di peraturan ANA, ANA akan melakukan pengembalian dana sukarela untuk tiket hanya bila ANA atau agen resminya yang menerbitkan tiket tersebut.

14.LAYANAN TRANSPORTASI DARAT

ANA tidak akan mengelola transportasi di area airport, antar airport, atau ke kota. Layanan transportasi yang disediakan operator independen non-ANA bukan merupakan milik ANA. ANA tidak bertanggung jawab terhadap layanan transportasi yang dibantu disediakan oleh asisten, karyawan, maupun agen ANA. Regulasi ANA mengenai tiket, Baggage Check, dan bagasi akan berlaku pada layanan transport darat yang diselenggarakan oleh ANA. Tidak ada bagian dari tarif yang bisa dikembalikan walaupun pada saat tersebut layanan transportasi darat tidak digunakan.

15.AKOMODASI HOTEL, PERJANJIAN YANG DIBUAT ANA DAN HIDANGAN DALAM PESAWAT

(A) Akomodasi Hotel

  • (1) Biaya hotel tidak termasuk tarif penerbangan.
  • (2) Apabila ada penerbangan lanjutan melewati satu malam, ANA akan menanggung biaya hotel.
  • (3) Penumpang dapat meminta ANA mengurus pemesanan hotel atas nama penumpang namun tidak menjamin ketersediaan. Segala pengeluaran yang dikeluarkan ANA dalam mengurus perjanjian hotel atau layanan lain akan ditanggung penumpang.

(B) Perjanjian yang dibuat oleh ANA

Perjanjian untuk pemesanan hotel atau layanan lain, ANA tidak bertanggung jawab terhadap kerusakan yang dialami penumpang apabila disebabkan oleh hotel atau layanan tersebut.

(C) Hidangan di Pesawat

Hidangan di Pesawat bersifat gratis, kecuali ditentukan dalam Regulasi ANA.

16.PENGURUSAN ADMINISTRASI

(A) Sesuai Hukum yang Berlaku

Penumpang wajib mematuhi hukum yang berlaku di negara setempat, beserta instruksi dan Regulasi ANA. ANA bertanggung jawab baik untuk bantuan, bimbingan, atau lainnya yang diberikan oleh perwakilan, pejabat, karyawan, atau agen ANA kepada penumpang, baik diberikan secara lisan maupun tertulis atau sebaliknya, sehubungan dengan keluar, masuk, dan dokumen lainnya yang diperlukan atau mematuhi atau mengamati hukum yang berlaku termasuk juga kegagalan penumpang untuk memperoleh dokumen tersebut atau mematuhi serta mengamati hukum yang berlaku sebaga hasil dari bantuan, bimbingan, atau lainnya.

(B) Paspor dan Visa

  • Penumpang wajib menunjukkan dokumen-dokumen perjalanan yang diperlukan menurut hukum yang berlaku kepada ANA. ANA juga berhak menerima salinan dokumen tersebut untuk pengurusan terhadap pihak yang berwenang. Dan ANA tidak menjamin keabsahan dokumen tersebut.
    • (b) ANA berhak menolak mengangkut penumpang yang tidak mematuhi hukum yang berlaku, atau dokumen perjalanannya tidak lengkap.
  • (2) ANA tidak bertanggung jawab atas kerusakan atau kehilangan yang disebabkan oleh penumpang yang tidak mematuhi peraturan.
  • (3) Penumpang diwajibkan membayar tagihan dan biaya perjalanan apabila hukum yang berlaku di negara tujuan mendeportasi penumpang ke tempat keberangkatan. ANA memberlakukan pembayaran tarif, biaya, dan pengeluaran tarif dan/atau biaya yang dibayarkan penumpang ke ANA untuk bagian tiket yang tidak digunakan atau dana penumpang yang berada dalam kepemilikan ANA. ANA tidak akan mengembalikan dana apabila penumpang ditolak masuk atau di dideportasi.

(C) Pemeriksaan Bea Cukai

Bila diperlukan, barang bawaan akan diinspeksi oleh petugas bea cukai. ANA tidak bertanggung jawab terkait ketidakmampuan penumpang dalam melewati pemeriksaan bea cukai. Penumpang harus mengganti rugi kepada ANA atas kerusakan atau kehilangan yang disebabkan oleh ANA terkait pemeriksaan bea cukai.

(D) Regulasi Pemerintah

ANA tidak bertanggung jawab apabila hukum yang berlaku di negara setempat mencegah Penumpang bepergian.

17. Keberhasilan Penerbangan

  • (1) Penerbangan yang dilakukan dibawah sebuah tiket dan konjugasi tiket oleh 2 atau lebih penerbangan akan dianggap sebagai sebuah operasi tunggal.
  • (2) Walaupun ANA adalah penerbangan yang menerbitkan tiket atau ditunjuk sebagai penerbangan pada sektor pertama di tiket atau di tiket yang berhubungan dengan penerbangan, ANA tidak bertanggung jawab untuk bagian yang dijalankan oleh penerbangan lain, kecuali ditentukan lain dalam kondisi penerbangan.
  • (3) Setiap penerbangan berkewajiban untuk mengganti kerusakan yang timbul sehubungan dengan perjalanan penumpang yang akan diatur oleh ketentuan kondisi penerbangan.

18.BATASAN TANGGUNG JAWAB MASKAPAI

(A) Aturan yang Berlaku

  • (1) Penerbangan yang dijalankan oleh ANA harus tunduk pada aturan dan atasan yang berhubungan dengan tanggung jawab yang disepakai konvensi yang berlaku pada penerbangan kecuali penerbangan tersebut adalah penerbangan internasional dimana konvensi tersebut tidak berlaku.
  • (2) Sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan sub-ayat sebelumnya (1), setiap penerbagan dan layanan lainnya yang akan dilakukan atau disediakan oleh ANA dikenakan:
    ANA memiliki pengetahuan mengenai kerusakan bagasi penumpang.
    • (a) Aturan yang Berlaku; Dan
    • (b) Persyaratan Pengangkutan serta Regulasi ANA, akan diterapkan pada kantor dan kantor cabang ANA di airport.
  • (3) Nama lengkap maskapai beserta nama pendeknya akan tertera pada tiket. Dengan tujuan pengaplikasian konvensi, alamat sebuah penerbangan harus berada di airport tempat keberangkatan yang tercantum di barisan tiket dimana singkatan nama penerbangan muncul pertama dan tempat pemberhentian yang disepakati (mungkin akan dialihkan oleh penerbangan bila diperlukan) sebagaimana telah didefinisikan pada artikel 1.

(B) Batasan Tanggung Jawab

Kecuali ditentukan lain oleh Konvensi atau hukum yang berlaku, kewajiban ANA terhadap kematian, atau luka atau cedera lain pada penumpang, keterlambatan kedatangan penumpang dan/atau/bagasinya, atau kerugian maupun kerusakan bagasi penumpang (selanjutnya disebut sebagai "Kerusakan") yang timbul dari atau sehubungan dengan penerbangan atau layanan lainnya yang berkaitan dengan hal tersebut dilakukan atau disediakan oleh ANA akan mejadi seperti yang akan dijelaskan selanjutnya. Jika ada kelalaian kontributif pada penumpang, ANA berkewajiban untuk tunduk pada hukum yang berlaku sehubungan dengan kelalaian kontributif tersebut.

  • (1) ANA tidak bertanggung jawab atas kerusakan bagasi tidak terdaftar yang disebabkan oleh kelalaian ANA. Bantuan kepada penumpang yang dilakukan oleh perwakilan, pejabat, karyawan, atau agen ANA dalam hal pemuatan, pembongkaran, dan pengiriman bagasi tidak terdaftar dapat dianggap sebagai layanan gratis kepada penumpang.
  • ANA tidak bertanggung jawab atas kerusakan langsung atau tidak langsung yang timbul dari kepatuhan terhadap hukum yang berlaku, kegagalan penumpang untuk mematuhi peraturan yang sama merupakan diluar kendali ANA.
  • (3) Dalam konvensi selain Konvensi Montreal berlaku;
    • (a) ANA setuju dengan Pasal 22 (1) dari Konvensi yang menyatakan bahwa semua penerbangan internasional yang dilakukan oleh ANA dan sebagaimana didefinisikan dalam Konvensi :
      (i) ANA tidak memberlakukan batas kewajiban berbasis Pasal 22 (1) dari konvensi yang membela setiap klaim yang timbul dari kematian atau, melukai, atau cedera lain pada penumpang dalam artian Pasal 17 Konvensi. Kecuali seperti yang tercantum pada (ii) di bawah, ANA tidak akan memberikan pertahanan apapun untuk klaim seperti yang tercantum di bawah pasal 20 (1) dari konvensi atau hukum yang berlaku lainnya.
      (ii) ANA tidak akan, sehubungan dengan klaim yang timbul dari kematian, atau melukai, atau cedera lain pada penumpang dalam artian pasal 17 konvensi, memanfaatkan diri dari pertahanan apapun berdasarkan Pasal 20 (1) dari konvensi hingga jumlah 113.100 SDR ekslusif dari biaya klaim termasuk biaya pengacara yang dianggap wajar oleh pengadilan.
    • (b) tidak ada hal yang dianggap mempengaruhi hak ANA berkaitan dengan klaim yang diajukan oleh, atas nama, atau dalam hal setiap orang yang telah dengan sengaja menyebabkan kerusakan yang mengakibatkan kematian, atau melukai atau cedera lain kepada penumpang.
  • (4) (a) Dalam hal penerbangan yang tunduk dengan Konvensi Montreal, Kewajiban ANA terhadap bagasi dibatasi hingga 1,131 SDR untuk setiap penumpang.
    • (b) Kecuali ditentukan lain dari ketentuan (a) di atas, Kewajiban ANA hanya dibatasi 17 SDR (250 French Gold Francs) per kilogram dalam hal bagasi terdaftar dan 332 SDR (5,000 French Gold Francs) untuk tiap penumpang dalam hal bagasi tidak terdaftar.
    • (c) Batasan yang disebutkan pada (a) dan (b) tidak berlaku bila penumpang telah mengajukan nilai yang lebih tinggi sebelumnya dan membayar biaya tambahan sesuai dengan paragrah (H) di artikel 11. Pada saat tersebut, kewajiban ANA dibatashi hingga nilai yang lebih tinggi yang telah diajukan. Dalam kasus apapun kewajiban ANA tidak melebihi jumlah aktual kerusakan yang diderita oleh penumpang tersebut. Semua klaim harus disertakan dengan bukti oleh penumpang mengenai jumlah kerusakan.
  • (5) Dalam hal penerbangan bagas terdaftar dari atau ke titik atau titik di Amerika Serikat, Kanada, atau negara lain yang tercantum dalam peraturan ANA, kewajiban ANA tunduk pada sub-ayat (4). Pada penerbangan tersebut, berat setiap barang untuk bagasi terdaftar tidak boleh melebihi 32 kilogram (70 pounds), dan pada sub-ayat (4) (b) berlaku, kewajiban ANA dibatasi hingga 544 SDR (8,000 French Gold Francs), kecuali ANA menyetujui persetujuan penerbangan dengan bagasi terdaftar dengan berat lebih dari 32 kilogram (70 pounds) sebelumnya, sesuai dengan sub-ayat (6) paragraf (C) di artikel 11.
  • (6) Bila sub-ayat (4) berlaku, pada saat pengiriman sebagian kepada penumpang namun tidak semua bagasi terdaftarnya atau dalma hal kerusakan sebagian tetapi tidak semua pada bagasi, Kewajiban ANA terhadap barang yang tidak terkirim dan bagian yang rusak harus dikurangi atas dasar berat bagasi, bukan berdasarkan nilai yang menjadi bagian dari bagasi maupun isi dalamnya.
  • (7) ANA tidak bertanggung jawab atas kerusakan Bagasi penumpang yang disebabkan oleh isi dari bagasi tersebut. Penumpang bertanggung jawab terhadap kerusakan bagasi orang lain yang disebabkan oleh bagasi miliknya.
  • (8) ANA tidak bertanggung jawab atas kerusakan barang yang disebabkan dari kecacatan barang itu sendiri, tanpa sepengetahuan ANA.
  • (9) ANA dapat menolak untuk menerima setiap artikel yang bukan merupakan bagasi dibawah kondisi bagasi. jika artikel yang dikirimkan ke dan diterima oleh ANA, hal tersebut harus tunduk pada valuasi bagasi dan batasan tanggung jawab diatur dalam kondisi bagasi serta tunduk pada tarif dan biaya yang diterbitkan oleh ANA.
  • (10) ANA akan menerbitkan tiket dan menerima Baggage Check dari maskapai lain. ANA tidk bertanggung jawab untuk setiap kerusakan yang terjadi diluar sektor penerbangan yang telah dilaksanakan oleh ANA. ANA juga tidak bertanggung jawab untuk setiap kerusakan yang terjadi pada bagasi terdaftar diluar sektor penerbangan yang telah dilaksanakan oleh ANA, kecuali penumpang memiliki hak dari Konvensi untuk mengklaim kerusakan tersebut kepada ANA dalam hal ANA adalah penerbangan pertama atau terakhir dari kontrak penerbangan yang relevan.
  • (11) ANA tidak bertanggung jawab dalam setiap acara untuk kerusaka konsekuensial atau khusus atau ganti rugi yang timbul dari penerbangan yang mematuhi ketentuan penerbangan ini dan peraturan ANA, baik ANA memiliki atau tidak memiliki pengetahuan tentang kerusakan yang mungkin timbul.
  • (12) Kecuali ditentukan lain di kondisi penerbangan, ANA menyiapkan cadangan setiap dan semua hak pertahanan yang tersedia di bawah konvensi. ANA berhak mengajukan klaim terhadap pihak ketiga yang turut menyebabkan kerusakan.
  • Jumlah penggantian kerusakaan tidak boleh melebihi batasan yang ditentukan dalam persyaratan pengangkutan.

19.BATAS WAKTU KLAIM DAN GUGATAN

(A) Batas Waktu Klaim

Klaim kepada ANA terhadap kerusakan bagasi dapat dilakukan oleh pihak yang merasa dirugikan maksimal 7 hari setelah penerimaan bagasi, Bila penerbangan bukanlah "penerbangan internasional" sebagaimana didefinisikan pada konvensi, kegagalan untuk memberikan pemberitahuan seperti keluha tidak aka mencegah penggugat mengajuka gugatan jika penggugat dapat membuktikan bahwa:
(1) hal tersebut tidak menjadi alasan yang cukup bagi dia untuk memberikan pemberitahuan tersebut, atau
(2) pemberitahuan tersebut tidak diberikan karena penipuan di pihak ANA; atau
(3) ANA memiliki pengetahuan tentang kerusakan pada bagasi penumpang.

(B) Batas Waktu Gugatan

Hak mengenai kerusakan terhadap ANA akan hilang kecuali tindakan dibawa dalam kurun waktu 2 tahun terhitung dari tanggal kedatangan di tempat tujuan, dari tanggal dimana pesawat seharusnya tiba, atau dari tanggal dimana penerbangan berhenti.

20.PEMBERLAKUAN HUKUM

Ketentuan yang berlaku di dalam tiket atau persyaratan pengangkutan atau Regulasi ANA, akan tetap berlaku sepanjang tidak melanggar hukum yang berlaku. Ketidakabsahan satu ketentuan tidak mempengaruhi ketentuan lainnya.

21. PERUBAHAN DAN PENGECUALIAN

Baik perwakilan, petugas, karyawan, atau agen ANA tidak berwenang mengubah maupun mengabaikan persyaratan pengangkutan atau Regual


Ketentuan tambahan

1.TANGGAL PEMBERLAKUAN

  • Syarat bagasi tersebut berlaku sejak 30 Mei 2017.